BANJARNEGARA – Tim SAR Gabungan akhirnya menutup operasi pencarian korban hanyut di anak Sungai Serayu Kabupaten Wonosobo. Selama delapan hari operasi pencarian dari tempat kejadian hingga Bendungan Mrica telah dilakukan dengan berbagai cara, meski hingga hari ini Rabu (24/2/2021) korban masih belum bisa ditemukan. Selanjutnya akan dilakukan pemantauan.

Sebelumnya Komarun (54) warga Dusun Madusari RT 2 RW 6 Desa Maduretno Kecamatan Kalikajar Kabupaten Wonosobo diduga hanyut di Sungai Galuh yang bermuara ke Sungai Serayu. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Banjarnegara Andri Sulistyo, mengatakan dalam apel penutupan, bahwa segala upaya sudah dilakukan sejak dari titik awal kejadian hingga Bendungan Mrica. Baik dengan perahu maupun sisir darat.

“Tim SAR gabungan telah melakukan upaya selama delapan hari, pencarian sejak dari TKP di Kalikajar sampai ke waduk Mrica. Tim gabungan dari Banjarnegara sudah bantu dengan maksimal sejak hari ke 5 setelah kejadian, karena menunggu kabar tim pencarian dari Wonosobo.” ujar Andri. Unsur-unsur relawan dan perlengkapan sudah dikerahkan. Karena hingga batas waktu ketentuan korban belum juga ditemukan maka operasi pencarian dinyatakan ditutup. Selanjutnya akan dilakukan pemantauan dan menjaring informasi dari masyarakat yang kesehariannya berkegiatan di sepanjang Sungai Serayu.

Pada Rabu 17 Februari 2021 pukul 13.30, Korban pergi dari rumah untuk mencari pasir di Sungai Galuh, tepatnya di bendungan Klitih. Saksi pertama, Yono melihat korban sedang melintas menggunakan sepeda ontel warna biru, mengenakan baju biru, jas hujan abu-abu dan caping. Kemudian menurut kesaksian saksi lain, Misman, dia melihat sepeda Komarun berada dipinggir sungai namun korban tidak terlihat di lokasi. Menurut kedua saksi, arus air sungai saat itu sangat deras. Saksi Misman kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada anaknya, Mariam (23) dan dilaporkan Kembali ke Kepala Desa Maduretno, Subadi. Laporan selanjutnya diterima dan ditindaklanjuti oleh Basarnas Pos Wonosobo dan Polsek Kalikajar.

Selain Basarnas, BPBD Banjarnegara, BPBD Wonosobo, PMI, TNI dan Polri, terlibat juga FAJI Temanggung, FAJI Wonosobo, Banyuwoong Rescue, TAGANA dan SAR MTA, juga hampir 50 organisasi potensi lain. Meski di tengah pandemi, tugas kemanusiaan tetap wajib melaksanakan protokol Kesehatan.

Melihat beberapa kejadian laka air akhir-akhir ini Andri Sulistyo juga menghimbau kepada masyarakat yang beraktifitas di aliran sungai untuk tetap wasdapa. Perkiraan puncak musim hujan masih terjadi sampai awal Maret. Kemungkinan bisa menyebabkan banjir di bantaran sungai. Sehingga masyarakat diminta untuk tidak melanjutkan aktifitas di bantaran sungai jika mulai terlihat awan gelap dari hulu atau terjadi hujan. ~Jim~