BANJARNEGARA (BPBD Banjarnegara) — Kawasan Telaga Merdada yang berada di Desa Karangtengah Kecamatan Batur mendadak riuh rendah oleh ratusan relawan sejak pagi hingga sore hari, Sabtu, 27 Maret 2021. Warna-warna identitas organisasi relawan berdatangan dari penjuru Banjarnegara bahkan dari Kabupaten tetangga, Wonosobo, dalam aksi Merdada Bersih.

Kepala Seksi Pencegahan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Banjarnegara, Ir. Junaedi mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk normalisasi Telaga Merdada. “Keindahan telaga terluas di Dataran Tinggi Dieng ini menjadi kurang sedap dipandang mata. Untuk itu Pemerintah Kabupaten Banjarnegara bergerak bersama relawan untuk membersihkan Telaga Merdada dari eceng gondok. Sehingga bisa mengembalikan daya tarik dan keindahan Telaga Merdada sebagai salah satu objek wisata di Banjarnegara.” kata Junaedi yang juga bertindak sebagai koordinator lapangan.

Sekitar 500 orang relawan dari berbagai elemen terlibat langsung dalam kegiatan ini. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjarnegara, Aris Sudaryanto S.Pd, M.M. mengatakan yang berkegiatan pada kegiatan ini dari berbagai macam elemen. Antara lain relawan Desa Tangguh Bencana Banjarnegara, Tim SAR Kabupaten Banjarnegara, Potensi SAR Wonosobo, BASARNAS Pos Wonosobo bahkan potensi relawan Wonosobo.

Selain OPD terkait yang juga ikut menyemarakan acara, perusahaan energi PT. Geodipa pun terlihat ikut andil. “Ini seperti penggambaran nyata dari filosofi segitiga biru di logo BPBD, terlihat sinergitas antara Pemerintah, Masyarakat dan Dunia Usaha. Seperti ini yang harus kita jaga dan tingkatkan” Kata Aris mantap.

Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono yang hadir bersama Istri, tampak antusias sekali menikmati euforia semangat kerelawanan yang menyelimuti suasana saat itu. “Semoga apa yang kita lakukan hari ini dapat menjadi inspirasi untuk bersama mencintai dan menjaga alam. Ini hanya awal, sudah jadi progam pemerintah kabupaten untuk membuat lingkungan ini indah, ramah dan bermanfaat untuk semuanya. Selanjutnya akan kita datangkan alat berat untuk melanjutkan pembersihan.” kata Budhi Sarwono.

Budhi Sarwono juga berharap bahwa masyarakat harus menjaga keindahan lingkungan telaga. Beliau berharap kalau telaganya sudah bersih bisa selalu dijaga bersama. Supaya selalu bersih, ramah lingkungan dan bisa dinikmati oleh wisatawan. Termasuk jika ada masyarakat yang memanfaatkan air telaga untuk pertanian, agar pipa-pipa saluran airnya bisa tertata rapi.

“Monggo untuk dimanfaatkan masyarakat semuanya, alam semesta ini kan diberikan oleh Allah untuk dinikmati masyarakat. Maka kita sebagai manusia ayo kita bersama menjaga alam ini.” imbau Budhi.

Eceng gondok merupakan tanaman dengan tingkat perkembangbiakan yang tinggi. Dalam 7 -10 hari saja, tumbuhan ini dapat berkembang biak dua kali lipat. Meski ada beberapa manfaat dan efek baik dari tumbuhan apung ini. Eceng gondok mempunyai efek negatif, antara lain adalah mempercepat proses pendangkalan dan mengurangi estetika perairan. ~Jim~