BANJARNEGARA (BPBD Banjarnegara) — Peristiwa kebakaran yang melanda Pasar Kota Banjarnegara menyebabkan ratusan pedagang kehilangan lapak kios ataupun Los. Pemerintah Kabupaten Banjarnegara saat ini sedang mempersiapkan pasar darurat di area parkir Stadion Sumitro Kolopaking.

Lokasi pasar darurat ditentukan di Stadion Kolopaking karena pertimbangan bahwa lokasi tersebut dinilai strategis secara akses maupun luasan daya tampungnya.

Pasar Darurat yang dibangun berbentuk bedeng-bedeng dengan material dinding kayu dan atap seng. Dari 980 pedagang yang terdampak, akan dibuatkan bedeng-bedeng yang bisa menampung 938 pedagang. Sementara sisanya berbentuk petak-petak. Ada dua tipe ukuran, untuk kios berukuran 2×2 sedangkan untuk los berukuran 1,5×2.

BPBD Kabupaten Banjarnegara yang ditunjuk sebagai pelaksana teknis, mengejar target pasar darurat bisa selesai dalam 30 hari. “Walaupun dalam status tanggap daruratnya diperpanjang 60 hari. Karena waktu ini sudah mendekati bulan ramadhan dan lebaran, secepat mungkin pedagang bisa berdagang kembali ditempat yang memadai sebelum lebaran tiba.” Kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Banjarnegara, Andri Sulistyo, SOR.

Tentang penganggaran, Andri yang juga bertindak sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan penanganan darurat ini menjelaskan bahwa anggaran berasal dari Dana Belanja Tak Terduga (BTT). “Dana yang disiapkan pemkab untuk penanganan darurat kebakaran ini sekitar 1,7 miliar, 1,5 miliar digunakan untuk pembangunan pasar darurat, 130 juta untuk memasang pagar pengaman keliling di pasar yang terbakar. Sisanya sebagai operasional.” imbuh Andri.

Saat ini Senin 29 Maret 2021, pembangunan pasar darurat sudah mencapai 35 persen rangka-rangka kayu sebagian besar sudah berdiri. Sedangkan untuk pemasangan pagar pengaman keliling baru tercapai 5 persen. Selain itu pembersihan sampah sisa kebakaran sudah selesai hari ini. ~Jim~