BANJARNEGARA (BPBD Banjarnegara) — Kewaspadaan dan kesadaran masyarakat akan resiko terjadinya bencana harus senantiasa ditingkatkan. BPBD Kabupaten Banjarnegara melalui Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan gencar melakukan kegiatan sosialisasi mitigasi bencana di wilayah Kabupaten Banjarnegara.

Salah satunya adalah kegiatan yang diselenggarakan di Desa Glempang Kecamatan Mandiraja pada Selasa 30 Maret 2021. Bersama Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah, BPBD Banjarnegara melaksanakan kegiatan Kegiatan Pelayanan Pencegahan dan Kesiapsiagaan 2021 Sub Kegiatan Pelatihan Mitigasi Bencana “IDENTIFIKASI DAN SOSIALISASI DAERAH RAWAN BENCANA DI JAWA TENGAH”

Disampaikan pada sambutannya, Kepala Desa Glempang Sugiyono mewakili masyarakat  sangat mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini di wilayah desa yang dipimpinnya. Karena di beberapa wilayah di Desa Glempang beresiko terjadi tanah longsor. Pada pertengahan bulan Januari 2021, Desa Glempang baru saja terjadi bencana tanah longsor/ tanah bergerak yang mendampak 8 rumah beserta penghuninya harus melakukan relokasi. Pada waktu itu, peran relawan dan warga sangat membantu. Peran Destana Glempang yang dibentuk BPBD Kabupaten Banjarnegara dalam melaksanakan penanganan pada saat itu sangat besar. 

Materi materi kebencanaan dibawakan oleh beberapa pemateri. Antara lain ; materi Peraturan Daerah Prov. Jateng No .11 Tahun 2009 Tentang Penanggulangan Bencana di Jawa Tengah oleh Hjh. Sri Ruwiyati ,SE. MM. (Sekretaris Komisi E DPRD Prov. Jateng) ; materi Peran Masyarakat dalam Penanggulangan Bencana oleh Drs. H. Amin Makhsun (Anggota Komisi E DPRD Prov. Jateng); materi Pentingnya Adaptasi Baru di masa Pandemi Covid-19 oleh Akhmad Fadlun SY (Anggota Komisi E DPRD Prov. Jateng); dan materi terakhir, Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana Pandemi Covid-19 di Kabupaten Banjarnegara oleh Aris Sudaryanto, S.Pd. MM. (Kalaksa BPBD Kab. Banjarnegara)

Dalam kegiatan yang diikuti oleh 60 Peserta ini bertindak sebagai moderator, Kepala Bidang kedaruratan dan Logistik, Andri Sulistyo, SOR. Dalam sesi forum tanya jawab dan diskusi. Peserta kegiatan, Yayan (45) menyampaikan permintaan agar desa-desa yang rawan bencana lebih diperhatikan lagi oleh para wakil rakyat. Pelatihan-pelatihan penguatan kapasitas relawan dan ditunjang dengan peralatan seperti repeater radio komunikasi, karena banyak wilayah di Desa Glempang yang tidak tercakup sinyal seluler maupun data sehingga sulit untuk melaporkan jika ada kejadian bencana. Dia menceritakan bahwa sering terjadi tanah longsor yang tidak hanya mendampak pemukiman, tetapi juga sering terjadi longsor menutupi akses jalan provinsi yang turut Desa Glempang. 

BPBD Kabupaten Banjarnegara melalui Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan pada tahun 2021 dengan anggaran APBD II akan mengadakan 7 (tujuh) pelatihan Desa Tangguh Bencana dan 5 (lima) sosialiasi. Hingga saat ini terdapat 61 (enam puluh satu) Desa Tangguh Bencana di Kabupaten Banjarnegara. Kiprah relawan destana Banjarnagara dalam gerak kemanusiaan sudah tidak diragukan lagi. ~Jim~