BANJARNEGARA (BPBD Banjarnegara) — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara mengajak semua unsur, pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan elemen-elemen relawan se Kabupaten Banjarnegara untuk turut berpartisipasi dalam Hari Kesiapsiagaan Bencana 2021/ HKB 2021 yang jatuh pada 26 April 2021.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjarnegara, Aris Sudaryanto S.PD, M.M, mengatakan bahwa kegiatan HKB 2021 ini merupakan gerakan nasional yang jatuh pada tanggal 26 April setiap tahun. Hari Kesiapsiagaan Bencana adalah inisiasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Tujuannya adalah untuk mengajak semua pihak meluangkan waktu satu hari untuk melakukan latihan kesiapsiagaan bencana secara serentak. 

“Banjarnegara dengan kondisi alam dan geografisnya merupakan daerah yang memiliki resiko bencana tinggi. Beberapa kejadian bencana yang terjadi di Banjarnegara sudah membuktikan hal tersebut. Sehingga budaya sadar bencana harus kita galakkan.” Kata Aris.

Aris menambahkan, menurut hasil penelitian dan survei di Jepang, korban bencana yang dapat selamat dalam durasi waktu emas disebabkan oleh kesiapsiagaan diri sendiri sebesar 35%, dukungan anggota keluarga 31,9%, dukungan teman/tetangga sebesar 28,1%, dukungan orang lain seperti tim SAR dan relawan hanya 2,6%  

“Berdasarkan kajian tersebut, maka individu dan masyarakat yang sadar akan resiko bencana merupakan kunci utama dalam penanggulangan bencana sehingga kesadaran akan bencana perlu terus ditingkatkan. Melihat kondisi tersebut, maka perlu ada gerakan merubah budaya dan paradigma dari penanganan bencana menjadi sadar bencana.” kata Aris.

Aris menambahkan tujuan HKB 2021 adalah membangun kesadaran dan kewaspadaan bencana pada tingkat keluarga di masa pandemi Covid- 19. Dalam kegiatan sosialisasi dan edukasi pada Keluarga Tangguh Bencana diharapkan setiap keluarga dapat mengedukasi anggota keluarga, lingkungan dan anggota masyarakat lainnya sehingga dapat berkontribusi dalam peningkatan kesiapsiagaan bencana ditengah Covid 19 di Indonesia. Sedangkan Tema utama HKB 2021 adalah “Siap Untuk Selamat”. Dan sub tema HKB 2021 “Latihan Membuat Kita Selamat dari Bencana”. 

Pada tanggal 26 April 2021 nanti diharapkan semua elemen dapat mengikuti kegiatan ini secara serentak. mulai  dari perkantoran instansi pemerintah maupun swasta, perusahaan-perusahaan, sekolah-sekolah, lingkungan masyarakat baik di kota maupun di desa hingga tingkat individu. 

Teknisnya, pada pukul 10.00 WIB serentak membunyikan tanda bahaya seperti alarm, kentongan, atau bunyi-bunyian tanda bahaya lain. Kemudian melakukan simulasi evakuasi mandiri. Yaitu keluar dari zona berbahaya dan berkumpul ke titik aman yang sudah dtentukan. 

Rencana evakuasi tentu bisa dibuat terlebih dahulu sebelum pelaksanaan, sebagai langkah pertama adalah mengenali bahayanya, yang kedua membuat rencana pengurangan resiko, ketiga ketahui jalur dan tempat evakuasi yang aman, dan latihan bersama keluarga. Mengingat kondisi Covid 19 yang masih melanda negeri ini, protokol kesehatan masih harus senantiasa diterapkan.

“Belajar dari pengalaman penanganan bencana, bahwa keluarga mempunyai peran penting dalam mengedukasi, wahana sosialisasi tentang pencegahan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Pembagian peran anggota keluarga dalam proses evakuasi atau penyelamatan ini perlu selalu di update, mengingat jalur titik kumpul atau tas siaga akan berbeda pada masa pandemi ini.” imbuh Aris. ~Jim~