Kabid RR, Budi Wahyono, Kabid PK Saritomo, Kasi Rekon Agus W dan Kasi Rehab Eko B,tengah mengisi materi Sosialisasi Pencairan Bansos di Joglo Elwasi BPBD, Kamis (27/05)(Bna/BPBD/Tsaibun Nuhud)

 

BANJARNEGARA – Pemkab Banjarnegara melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berencana menyalurkan Bantuan Sosial (Bansos) kepada kepada 53 korban bencana di 19 desa di 10 Kecamatan. Untuk mempersiapkan kegiatan tersebut dengan baik, Kamis (27/05), diselenggarakan sosialisasi pencairan bansos di aula Elwasi.  Kegiatan yang dilaksanakan Bidang Rehab Rekon (RR) BPBD tersebut diikuti 35 peserta dari BPBD, Bank Jateng, Kecamatan dan desa penerima. 

“Total Bansos yang akan disalurkan jumlahnya Rp 399 juta. Jumlah ini akan disalurkan untuk 53 penerima dengan besaran yang berbeda beda sesuai tingkat kerusakan yang diakibatkan bencana”  kata Budi Wahyono, Kabid RR pada BPBD Banjarnegara. 

Korban relokasi akan menerima bansos paling besar dengan nominal Rp 10 juta. Rusak berat Rp 7,5 juta, rusak sedang Rp 4 juta, dan rusak ringan Rp 2 juta. 

“Penerima bansos relokasi ada 31 KK, rusak berat 6 KK, rusak sedang 6 KK, dan rusak ringan 10 KK” kata Budi.

Sosialisasi pencairan, imbuh Budi, dilaksanakan karena aturannya beda. Bansos sekarang ini merupakan Bansos yang direncanakan. Artinya, para calon penerima diusulkan terlebih dahulu di APBD. Setelah memperoleh persetujuan, baru bisa dilaksanakan pencairan. Jadi tidak bisa sekonyong konyong ada kejadian, anggaran bisa dikeluarkan. 

Selain itu, kata Budi, seusai Perbup no. 90 tahun 2018 tentang Sistem Transaksi No Tunai Atas Pengeluaran Belanja Daerah dalam APBD, Bansos TA 2021 penerimaan Rp 2 juta ke atas maka penyaluran dilaksanakan melalui system transfer ke rekening penerima manfaat di Bank Jateng.

 “Ini alasan kami menggandeng Bank Jateng dalam urusan ini. Bank Jateng diminta memfasilitasi pembukan rekening masing-masing penerima bantuan” ujar Budi.

Sekretaris Kecamatan Pandanarum, Sapto Aji, mengucapkan terima kasih atas perhatian Pemkab terhadap warga Pandanarum. Rencana pembagian bansos tersebut tentunya merupakan kabar bahagia bagi korban maupun pihak pemerintah desa dan kecamatan. 

“Kebutuhan pemulihan seringkali lebih besar, namun bansos ini menjadi sangat berarti di saat korban tengah terpuruk. Itu menjadi pertanda perhatian dan kehadiran pemerintah di saat rakyat tertimpa bencana” ungkap Sapto. (*eKo_br)we