Banjarnegara — Pemerintah Kabupaten Banjarnegara menggelar rapat koordinasi dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi pada Selasa (9/11/2021), bertempat di aula Sasana Bhakti Praja Setda Kab. Banjarnegara.

Rakor ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran SEKDA Provinsi Jawa Tengah Nomor : 360/0014324 tentang Antisipasi tentang Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Banjir dan Tanah Longsor pada musim Penghujan 2021-2022 juga Edaran Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Semarang terkait Prakiraan Musim Penghujan 2021-2022.

Dalam sambutan pembukaan, Plh. Bupati Banjarnegara, H. Syamsudin, S.Pd, M.Pd. menyampaikan bahwa berdasar Kajian Risiko Bencana Kabupaten Banjarnegara mempunyai resiko sedang sampai dengan tinggi kemungkinan terjadinya bencana alam, terutama tanah longsor. 

“Karena itu, untuk menjamin terselenggaranya pelaksanaan penanggulangan bencana perlu dilakukan upaya secara terencana, terpadu, terkoordinir dan menyeluruh yang dilakukan oleh pemerintah, dunia usaha dan masyarakat dalam rangka memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman, resiko dan dampak bencana.” Kata Plh. Bupati. 

Pengelolaan bencana akan lebih fokus pada peningkatan kemampuan penanggulangan bencana melalui : 1.Sosialisasi kepada masyarakat di daerah rawan bencana; 2. Penguatan kapasitas aparatur pemerintah dan masyarakat dalam usaha mitigasi serta penanganan bencana; 3. Pembentukan tim reaksi cepat (unit khusus penanganan bencana) dengan dukungan peralatan dan alat transportasi yang memadai yang dapat menjangkau seluruh wilayah di Banjarnegara; dan 4. Pembentukan dan Pelatihan Desa Tangguh Bencana untuk menumbuhkan kemandirian masyarakat dalam mitigasi dan penanganan bencana.

Sejak masuk bulan November 2021, intensitas hujan mulai tinggi dan memicu beberapa kejadian bencana. Tercatat pada pekan pertama bulan ini terjadi bencana tanah longsor, banjir dan angin kencang yang tersebar sebanyak 43 titik. 

“Kejadian bencana beberapa waktu lalu selain mendampak pada permukiman dan infrastruktur, juga menimbulkan korban luka-luka bahkan memakan korban jiwa, seperti kejadian tanah longsor di Desa Mlaya Kecamatan Punggelan. Oleh karena itu perlu dilaksanakan upaya-upaya kesiapsiagaan potensi bencana menghadapi musim penghujan yaitu dengan beberapa hal : 1. Selalu monitor dan sebarkan peringanan dini dari BMKG; 2. Cek semua peringatan dini di masyarakat; 3. Lakukan jejaring komunikasi berbasis masyarakat; 4. Lakukan pembersihan saluran air; 5. Pemeliharaan saluran drainase secara rutin; 6. Pemangkasan dahan/ ranting pohon yang sudah lapuk; 7. Lakukan Evakuasi Mandiri jika terjadi tanda-tanda longsor terutama warga yang tinggal di lereng-lereng; dan 8. Untuk BPBD agar selalu standby dan lakukan respon cepat penanganan bencana bersama semua stakeholder.” Urai Syamsudin.

Himbauan juga disampaikan oleh Plh. Bupati kepada para camat agar selalu melaksanakan koordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti BPBD, Forkompinca, para kades dan relawan di wilayahnya. Selain itu upaya-upaya pengurangan resiko bencana dengan cara membuka forum sosialisasi kepada masyarakat di daerah rawan bencana dan pemberdayaan relawan dan destana di wilayahnya. 

Pada rakor yang dipimpin oleh Sekda Indarto ini ditetapkan Status Siaga Darurat Bencana Tanah Longsor, Angin Kencang dan Banjir di wilayah Banjarnegara selama 90 hari sejak ditetapkan.

SK Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Tanah Longsor, Angin Kencang dan Banjir Di Wilayah Kabupaten Banjarnegara tahun 2021 bisa diunduh disini,

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjarnegara, Aris Sudaryanto, menyatakan rasa terima kasihnya kepada perwakilan dunia usaha, jajaran pemerintah, TNI, POLRI, PMI dan Relawan atas kehadirannya pada rakor ini. 

“Kami senantiasa mengharapkan komitmen dan kerjasama yang kuat dalam Penanggulangan Bencana seperti yang telah kita lakukan selama ini, karena bencana adalah urusan bersama antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat.” pungkas Aris