BANJARNEGARA — Dua rumah di Desa Pagentan Kec. Pagentan Kabupaten Banjarnegara rusak berat tertimbun longsor. Akibatnya empat korban meninggal dunia dan satu lainnya luka-luka akibat tertimbun material longsor.

Kejadian nahas ini terjadi pada hari Jumat (19/11), pukul 21.30 WIB. Sebelumnya hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi sejak beberapa hari terakhir terjadi di wilayah Banjarnegara, khususnya di wilayah Kec. Pagentan. 

Tebing tanah setinggi hampir 25 meter longsor dan menimpa dua rumah dibawahnya. Saat kejadian penghuni rumah sedang berada di dalamnya.

Satu rumah dihuni Partini (36 tahun) dan keluarganya, empat orang sedang berada di rumah saat longsor terjadi dan material longsor menimpa mereka.

Sedangkan sebuah rumah lain di sebelahnya merupakan rumah yang dihuni seorang diri oleh Andriyani (42 tahun) yang bertugas sebagai Bidan di Desa Pagentan. Saat itu Sang Bidan seorang diri berada di dalam rumahnya.

Seorang anak perempuan keluarga Partini, berinisial Pu (9 tahun) berhasil dievakuasi pertama kali oleh warga dalam keadaan hidup, meski kemudian diketahui mengalami luka-luka ringan dan trauma.

Sedangkan Bidan Andriyani, Partini beserta dua anggota keluarganya yaitu Alf (11 tahun) dan BCA (13 tahun) ditemukan oleh tim SAR gabungan dalam keadaan meninggal dunia.

“Total korban meninggal dunia ada empat, dan yang mengalami luka-luka juga trauma satu orang.” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjarnegara, Aris Sudaryanto.

Operasi ini melibatkan hampir 37 organisasi, baik itu BPBD, TNI POLRI, PMI, Tagana, Basarnas dan unsur relawan lain/ masyarakat.

“Pada operasi pencarian korban, tim gabungan mengerahkan satu alat berat/ eskavator dan alat pendukung lain dari BPBD Banjarnegara, kemudian  alat-alat ekstrikasi dikerahkan dan dioperasikan oleh Basarnas Pos SAR Wonosobo.”  Imbuh Aris.

Korban terakhir yang ditemukan adalah Ny. Partini, pada hari Sabtu pukul 05.00 WIB.

Dengan ditemukannya jenazah Ny. Partini maka operasi SAR dinyatakan ditutup. Menurut Aris kegiatan akan dilanjutkan dengan giat pembersihan. 

Untuk tindak lanjut dari penanganan kejadian bencana ini, Kabid Kedaruratan dan Logistik Andri Sulistyo mengatakan bahwa BPBD Banjarnegara akan membuka Pos Lapangan Penanganan Bencana di Pagentan selama tiga hari.  

Untuk korban yang selamat, akan mengungsi di rumah kerabatnya. Diketahui bahwa ada dua anggota keluarga Ny. Partini lain yang selamat karena sedang tidak berada di rumah.

“Selain logistik darurat bagi pengungsi, ahli waris yang ditinggalkan akan mendapat santunan dari kemensos data valid dan pendukung sedang kami persiapkan” Kata Andri.

Andri juga menghimbau masyarakat untuk tetap tenang terkait dengan kejadian ini. 

“Lakukan evakuasi mandiri jika hujan besar turun lebih dari dua jam terutama bagi warga yg tinggal di lereng-lereng. Juga jangan buru- buru kembali ke rumah setelah hujan mereda sebelum benar-benar dipastikan kondisinya aman. Selalu kontrol lingkungan di sekitar rumah jika ditemukan rekahan tanah dan laporkan ke perangkat desa untuk diteruskan ke BPBD.” pungkas Andri. 

Untuk laporan kebencanaan, Pusat pengendalian operasi/ Pusdalops BPBD Kab. Banjarnegara siap standby  24 jam. Jika ditemukan tanda-tanda tanah longsor atau kejadian darurat bencana, masyarakat bisa juga langsung segera melapor ke nomor 0812-2648-2247 (WA/ telp) atau hotline 0286-5960435.  ~jim~