Jalan Retak Akibat Pergerakan Tanah di Desa Bantar Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara

Jalan Retak Akibat Pergerakan Tanah, Warga Wanayasa Banjarnegara Gotong Royong Perbaiki

 

Jalan baru sepanjang ratusan meter akhirnya berhasil terbangun dari keringat warga dua desa.

Jalan itu membelah area bekas longsor yang telah berubah curam dan terjal. Akses jalan kembali terbuka.

Mobilitas warga kembali lancar. Tetapi saat hujan mulai mengguyur, kecemasan kembali melanda.

Jalan kembali retak sebelum ditutup warga dengan cor agar dampak pergerakan tak semakin parah.

“Harapannya jangan longsor lagi,” ucap dia.

Melalui Surat Keputusan Bupati Banjarnegara No. 360/1117 Tahun 2018, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara
menetapkan status Siaga Darurat Bencana tanah longsor, angin kencang dan banjir mulai 12 November 2018 hingga 9 Februari 2019.

Kepala BPBD Banjarnegara Arif Rachman mengatakan, BPBD bersama instansi terkait telah menggar rapat koordinasi yang dipimpin Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono, sebagai antisipasi terhadap dampak musim hujan 2018-2019.

Rapat itu menyepakati pengaktifan Poako Siaga Bencana yang melibatkan unsur TNI, Polri, OPD terkait dan organisasi relawan.

Kekhawatiran warga beralasan. Warga dusun Sikenong Bantar dan warga Desa Suwidak Kecamatan Wanayasa sempat terisolasi karena jalan putus di dusun Pramen Desa Bantar, awal tahun 2018 lalu.

Jalan kabupaten itu putus karena longsor yang juga merusak puluhan rumah warga hingga penghuninya diungsikan.

Adapun jalan alternatif via Desa Karangtengah pun susah dilalui dengan jarak tempuh lebih panjang dan memutar.

Putusnya jalan utama itu bahkan membuat perekonomian warga lumpuh.

Hasil panen jatuh karena akses transportasi dari dan menuju desa susah.

Pengeluaran warga bertambah karena harga kebutuhan pokok melambung dengan alasan sama.

Setelah beberapa bulan terisolasi, warga akhirnya memutuskan membuat jalan baru di area longsor, sekirar jalan lama yang putus.

Mereka secara swadaya menyewa alat berat untuk mengepras tebing dan meratakan permukaan jalan sebelum dikeraskan (makadam). Pemkab Banjarnegara membantu kelanjutan pembangunan jalan itu hingga layak dilalui.

Jalan baru sepanjang ratusan meter akhirnya berhasil terbangun dari keringat warga dua desa. Jalan itu membelah area bekas longsor yang telah berubah curam dan terjal.

Akses jalan kembali terbuka. Mobilitas warga kembali lancar. Tetapi saat hujan mulai mengguyur, kecemasan kembali melanda.

Jalan kembali retak sebelum ditutup warga dengan cor agar dampak pergerakan tak semakin parah.”Harapannya jangan longsor lagi,” ucap dia.

Melalui Surat Keputusan Bupati Banjarnegara No. 360/1117 Tahun 2018, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara
menetapkan status Siaga Darurat Bencana tanah longsor, angin kencang dan banjir mulai 12 November 2018 hingga 9 Februari 2019.

Kepala BPBD Banjarnegara Arif Rachman mengatakan, BPBD bersama instansi terkait telah menggar rapat koordinasi yang dipimpin Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono, sebagai antisipasi terhadap dampak musim hujan 2018-2019.

Rapat itu menyepakati pengaktifan Posko Siaga Bencana yang melibatkan unsur TNI, Polri, OPD terkait dan organisasi relawan. “Menyebarkan nomor kontak posko siaga bencana sampai tingkat desa atau kelurahan,” terang dia.

Selain itu, pihak terkait juga menyiagakan sarana prasarana penanganan bencana semisal alat berat, perlengkapan gotong royong, dan kebutuhan dasar pengungsi.

Pihak terkait juga direkimendasikan melakukan mitigasi struktural, antara lain melalui penguatan tanggul, perbaikan drainase, dan gerakan bersih sungai. Termasuk, mengidentifikasi tanggul-tanggul kritis lalu menyampaikannya ke Kementerian Pekerjaan Umun atau Satker Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) agar ditindaklanjuti.

“Disampaikan juga oleh OPD terkait mengenai kesiapan masing-masing pihak dalam Siaga Darurat Bencana Tanah Longsor, Angin Kencang dan Banjir tahun 2018-2019,” tandasnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Jalan Retak Akibat Pergerakan Tanah, Warga Wanayasa Banjarnegara Gotong Royong Perbaiki, http://jateng.tribunnews.com/2018/11/27/jalan-retak-akibat-pergerakan-tanah-warga-wanayasa-banjarnegara-gotong-royong-perbaiki?page=4.
Penulis: khoirul muzaki
Editor: galih pujo asmoro

 

 

 

Leave a Comment